GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PUBLIC SERVICE COMMUNICATION
MATA KULIAH : PUBLIC SERVICE COMMUNICATION
KODE / SKS : ISK 4146 / 3 (2-1)
DOSEN PENGAJAR : AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos,. Msi.
Deskripsi singkat :
Mata kuliah ini menjelaskan tentang bagaimana kontribusi komunikasi dan peran public relations dalam pelaksanaan pemberian pelayanan terbaik organisasi pada publicnya serta bagaimana strategi komunikasi dan pubic relations dalam membangun citra positif bagi organisasi melalui pelayanan publik yang terbaik.
Tujuan Intruksional Umum :
Memberikan pemahaman pada mahasiswa tentang pelaksanaan dan teknis pengelolaan strategi komunikasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat baik untuk organisasi bisnis maupun pemerintah.
Strategi Perkuliahan :
1. Perkuliahan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, sharing pengalaman dengan pihak praktisi, penugasan, riset dan presentasi.
2. Memberikan pemahaman tentang kontribusi komunikasi dan public relations dalam pelaksanaan pelayanan publik
3. Mahasiswa melakukan analisa teoritik dan pemahaman praktis serta riset-riset dalam pelaksanaan pelayanan publik dari suatu organisasi profit maupun non profit.
Pokok-pokok bahasan :
Tatap muka Pokok bahasan Sub pokok bahasan Rujukan
1.Pendahuluan : prinsip-prinsip dasar Komunikasi Pelayanan Publik • Kontrak belajar
• AMBAK komunikasi pelayanan publik
• Penjelasan umum sistem perkuliahan dan Deskripsi mata kuliah selama satu semester • Refr : Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima, PT. Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta
2 Paradigma Pelayanan Publik : Public Service Paradigm • Pengertian dasar pelayanan publik
• Jenis-jenis pelayanan publik
• Prinsip dasar dalam pelayanan publik
• Proses pelayanan
• Kualitas layanan • Referensi : Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima, PT. Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta, hal 4-18
• Prof. Dr. Sadu Wasistiono, Kapita selekta manajemen pemerintah daerah, Fokusmedia Bandung, Hal. 41-45
3 Pengenalan Public / Pelanggan • Pengertian Pelanggan
• Pembagian Public/ pelanggan
• Karakteristik pelanggan
• Identifikasi Harapan/ Kepuasan pelanggan
• Referensi : Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima, PT. Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta, hal 12
• Akh. Muwafik, Modul Pelatihan Public Service Communication
4 Konsep Dasar Pelayanan Prima (Service Excellent Concept) • Hakikat & Pengertian Pelayanan Prima
• Konsep Pelayanan Prima
• Pelayanan Prima bagi pelanggan
• Referensi :Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima, PT. Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta, hal 22 – 47
• Rosady Ruslan .Manajemen Public Relations & Media Komunikasi, PT. Raja Grafindo Persada Jakarta, 260
5 Komunikasi & PR sebagai instrumen utama pelayanan publik • Prinsip komunikasi dalam pelayanan publik
• PR dalam mengembangkan pelayanan prima bagi pelanggan internal/eksternal
• Aspek-aspek komunikasi dalam efektifitas pelayanan publik
• Teknik komunikasi pelayanan publik • Referensi : Deddy Mulyana, Ph.D, Ilmu Komunikasi suatu pengantar, PT. Rosda Karya Bandung, hal. 83
• Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima, PT. Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta, hal 54 –181, 196
• Akh. Muwafik, Modul Pelatihan Public Service Communication
6 Manajemen Citra • Pengertian citra
• Jenis citra
• Pencapaian citra positif & perusakan citra
• Strategi manajemen citra bagi organisasi (profit / non proft/ government) • Referensi :Rosady Ruslan .Manajemen Public Relations & Media Komunikasi, PT. Raja Grafindo Persada Jakarta, 68
7 Kualitas layanan (Service Quality) • Pengertian
• Ciri layanan berkualitas •Referensi: Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima, PT. Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta, hal 208-226
• Kotler, pemasaran jasa
8 Costumer satisfaction • Pentingnya mengetahui tingkat kepuasan publik
• Metode penilaian kepuasan masyarakat
• Teknik merancang pertanyaan / quesener tentang penilaian kepuasan
• Teknik mengukur, mengevaluasi dan melaporkan serta menindaklanjuti hasil penilaian kepuasan • Referensi: Modul kuliah
• Kotler, pemasaran jasa
• Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima, PT. Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta,
9 Mengukur Kepuasan Pelanggan • Cara mengukur kepuasan pelanggan
• Indeks Kepuasan Masyarakat / IKM •Referensi: Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima, PT. Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta, hal 272-291
10 Costumer Loyalty • Pengertian loyalitas pelanggan
• Cirri loyalitas pelangga
• Membangun loyalitas pelanggan •Referensi: Modul kuliah
• Kotler,pemasaran jasa
11 Handling Complaint
• Faktor & Sebab-sebab terjadi keluhan
• Strategi komunikasi dalam menangani keluhan
• Sikap dalam menangani keluhan
• Alat pendukung dalam proses penyelesaian keluhan. •Referensi: Rosady Ruslan .Manajemen Public Relations & Media Komunikasi, PT. Raja Grafindo Persada Jakarta, 271
• S.E. Noviani. Modul Pelatihan pengembangan diri pelayan publik 2006
12 Riset Motivasi & Analisis Citra (image analysis) • Metode riset public relations
• Riset motivasi & Struktur perilaku
• Teknik & langkah riset motivasi.
• Teknik pengukuran penilaian & • Referensi:Rosady Ruslan, Metode Penelitian Public Relations dan komunikasi . PT. Rajawali Press Jakarta, 67, 78
• Moh. Nazir Ph.D , Metode Penelitian
13 Presentasi Hasil Riset kepuasan • Presentasi hasil riset kepuasan •
14 Presentasi Hasil Riset bidang pelayanan publik • presentasi hasil
• menyusun rencana tindak lanjut • semua referensi terkait
REFERENSI / BAHAN BACAAN :
1. Philip Kotler, Pemasaran Jasa
2. Rosady Ruslan, Metode Penelitian Public Relations dan komunikasi . PT. Rajawali Press Jakarta
3. Rosady Ruslan .Manajemen Public Relations & Media Komunikasi, PT. Raja Grafindo Persada
4. Moh. Nazir Ph.D , Metode Penelitian, Penerbit GI Yogyakarta
5. Lukas Dwiantara & Rumsari Hadi Sumarto, Etiket di tempat kerja, kiat praktis Meningkatkan profesionalisme diri, penerbit Kanisius, Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima, PT. Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta,
6. Deddy Mulyana, Ph.D, Ilmu Komunikasi suatu pengantar, PT. Rosda Karya Bandung,
7. Prof. Dr. Sadu Wasistiono, Kapita selekta manajemen pemerintah daerah, Fokusmedia Bandung
Sabtu, 05 September 2009
Senin, 31 Agustus 2009
KLB 1 : PENGANTAR KLB
PENGANTAR KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
Oleh :
AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos, M.Si.
PENGERTIAN 1
Definisi komunikasi antarbudaya yang paling sederhana, yakni komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh mereka yang berbeda latar belakang kebudayaan.
Komunikasi antarbudaya adalah pernyataan diri antar¬pribadi yang paling efektif antara dua orang yang saling ber¬beda latar belakang budaya.
Komunikasi antarbudaya merupakan pertukaran pesan¬-pesan yang disampaikan secara lisan, tertulis, bahkan secara imajiner antara dua orang yang berbeda latar belakang budaya.
Komunikasi antar budaya merupakan pembagian pesan yang berbentuk informasi atau hiburan yang sisampaikan secara lisan atau tertulis atau metode lainnya yang dilakukan oleh dua orang yang berbeda latar belakang budayanya.
PENGERTIAN 2
Komunikasi antarbudaya adalah pengalihan informasi dari seorang yang berkebudayaan tertentu kepada seorang yang berkebudayaan lain.
Komunikasi antarbudaya adalah pertukaran makna yang berbentuk simbol yang dilakukan dua orang yang berbeda latar belakang budayanya.
Komunikasi antarbudaya adalah proses pengalihan pesan yang dilakukan seorang melalui saluran tertentu kepada orang lain yang keduanya berasal dari latar belakang budaya yang berbeda dan menghasilkan efek tertentu.
Komunikasi antarbudaya adalah setiap proses pembagian informasi, gagasan atau perasaan antara mereka yang berbeda latar Belakang budayanya.
PENGERTIAN 3
Samovar dan Porter juga mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya terjadi di antara produser pesan dan penerima pesan yang latar belakang kebudayaannya berbeda. (Samovar Porter)
Andrea L Rich dan Dennis M Ogawa dalam buku Larry A. Samovar dan Richard E. Porter Intercultural Communication, A Reader komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang orang yang berbeda kebudayaan, misalnya antar suku bangsa, antar etnik&dk dan ras, antar kelas sosial. (Samovar dan Porter, 1976: 25).
PENGERTIAN 4
Charley H. Dood mengatakan bahwa komunikasi antar budaya meliputi komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi, dan kelompok, dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para peserta (Dood, 1991 : 5).
Komunikasi antarbudaya adalah suatu proses komunikasi simbolik, interpretatif, transaksional, kontekstual yang di¬lakukan oleh sejumlah orang yang karena memiliki perbedaan derajat kepentingan tertentu memberikan interpre¬tasi dan harapan secara berbeda terhadap apa yang disampai¬kan dalam bentuk perilaku tertentu sebagai makna yang dipertukarkan. (Lustig dan Koester Intercultural Communica¬tion Competence, 1993).
PENGERTIAN 5
Intercultural communication yang disingkat "ICC", mengartikan komunikasi antarbudaya merupakan interaksi antarpribadi antara seorang anggota dengan kelompok yang berbeda kebudayaan.
Guo Ming Chen dan William J. Starosta mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya adalah proses negosiasi atau per¬tukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia dan membatasi rnereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok.
MAKNA PENTING KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
TUJUAN :
1. Membangun rasa saling percaya & menghormati sebagai bangsa berbudayadalam memperkokoh hidup berdampingan secara damai, mempersempit ruang misunderstanding.
2. Kritis thd cultural domination & cultural homogenization, kesepahaman global.
3. melakukan usaha damai dalam upaya mereduksi perilaku agrasif dan mencegah terjadinya konflik.
4. Mengenal budaya lain dengan lebih mudah
5. Membangun sikap empati sosial pada budaya yang berbeda.
MANFAAT :
1. PERSPEKTIF INTERNASIONAL
Saling pengertian antarbangsa
Menumbuhkan rasa percaya diri
2. PERSPEKTIF DOMESTIK
mempererat solidaritas nasional
membangun nasionalisme
memahami keberagaman pandangan hidup
3. PERSPEKTIF PERSONAL
membangun wawasan
dapat saling berempati
ASUMSI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
Perbedaan persepsi antara komunikator dengan komunikan
Komunikasi antar budaya mengandung isi dan relasi antar pribadi
Gaya personal mempengaruhi komunikasi antar pribadi
Tujuan komunikasi antar budaya mengurangi ketidakpastian
Komunikasi berpusat pada kebudayaan
Tujuan komunikasi antar budaya adalah efektifitas antar budaya
PRINSIP KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
1. RELATIVITAS BAHASA
Antropologis Linguistik : Thesis Whorfian (Benjamin Lee Whorf, 1956) – Edward Sapir (1921) : Relativitas Linguistik : “karakteristik bahasa mempengaruhi proses kognitif. Orang yang menggunakan bahasa yang berbeda juga akan berbeda dalam cara mereka memandang dan berfikir tentang dunia.”
Bahasa yang kita gunakan membantu menstruktur apa yang kita lihat dan bagaimana kita melihatnya. Sehingga orang menggunakan bahasa akan melihat dunia secara berbeda (Fishman, 1972, Hoijer, 1954, Miller & McNeil, 1969). Lihat penggunakan kosakata salju pada orang eskimo, padi pada orang jawa dst.
2. BAHASA SEBAGAI CERMIN BUDAYA
3. KESADARAN DIRI
Makin besar perbedaan antarbudaya, makin besar kesadaran diri (mindfullness) para partisipan selama berkomunikasi. Gudykunt, 1989, Langer, 1989. Konsekwensi + : lebih waspada & hati-hati, peka pada hal yang tidak pautut, - : tertlalu hati-hati,kurang percaya diri, tidak spontan.
4. MENGURANGI KETIDAK-PASTIAN
makin besar perbedaan antarbudaya, makin besar ketidakpastian dalam komunikasi (berger & Bradac, 1982, Gudykunt, 1989)
5. INEQUALITAS
Inequalitas (ketidaksamaan/multikultur) eksis dalam setiap tipe masyarakat manusia (Anthony Gidden, 1990).
Oleh :
AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos, M.Si.
PENGERTIAN 1
Definisi komunikasi antarbudaya yang paling sederhana, yakni komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh mereka yang berbeda latar belakang kebudayaan.
Komunikasi antarbudaya adalah pernyataan diri antar¬pribadi yang paling efektif antara dua orang yang saling ber¬beda latar belakang budaya.
Komunikasi antarbudaya merupakan pertukaran pesan¬-pesan yang disampaikan secara lisan, tertulis, bahkan secara imajiner antara dua orang yang berbeda latar belakang budaya.
Komunikasi antar budaya merupakan pembagian pesan yang berbentuk informasi atau hiburan yang sisampaikan secara lisan atau tertulis atau metode lainnya yang dilakukan oleh dua orang yang berbeda latar belakang budayanya.
PENGERTIAN 2
Komunikasi antarbudaya adalah pengalihan informasi dari seorang yang berkebudayaan tertentu kepada seorang yang berkebudayaan lain.
Komunikasi antarbudaya adalah pertukaran makna yang berbentuk simbol yang dilakukan dua orang yang berbeda latar belakang budayanya.
Komunikasi antarbudaya adalah proses pengalihan pesan yang dilakukan seorang melalui saluran tertentu kepada orang lain yang keduanya berasal dari latar belakang budaya yang berbeda dan menghasilkan efek tertentu.
Komunikasi antarbudaya adalah setiap proses pembagian informasi, gagasan atau perasaan antara mereka yang berbeda latar Belakang budayanya.
PENGERTIAN 3
Samovar dan Porter juga mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya terjadi di antara produser pesan dan penerima pesan yang latar belakang kebudayaannya berbeda. (Samovar Porter)
Andrea L Rich dan Dennis M Ogawa dalam buku Larry A. Samovar dan Richard E. Porter Intercultural Communication, A Reader komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang orang yang berbeda kebudayaan, misalnya antar suku bangsa, antar etnik&dk dan ras, antar kelas sosial. (Samovar dan Porter, 1976: 25).
PENGERTIAN 4
Charley H. Dood mengatakan bahwa komunikasi antar budaya meliputi komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi, dan kelompok, dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para peserta (Dood, 1991 : 5).
Komunikasi antarbudaya adalah suatu proses komunikasi simbolik, interpretatif, transaksional, kontekstual yang di¬lakukan oleh sejumlah orang yang karena memiliki perbedaan derajat kepentingan tertentu memberikan interpre¬tasi dan harapan secara berbeda terhadap apa yang disampai¬kan dalam bentuk perilaku tertentu sebagai makna yang dipertukarkan. (Lustig dan Koester Intercultural Communica¬tion Competence, 1993).
PENGERTIAN 5
Intercultural communication yang disingkat "ICC", mengartikan komunikasi antarbudaya merupakan interaksi antarpribadi antara seorang anggota dengan kelompok yang berbeda kebudayaan.
Guo Ming Chen dan William J. Starosta mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya adalah proses negosiasi atau per¬tukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia dan membatasi rnereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok.
MAKNA PENTING KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
TUJUAN :
1. Membangun rasa saling percaya & menghormati sebagai bangsa berbudayadalam memperkokoh hidup berdampingan secara damai, mempersempit ruang misunderstanding.
2. Kritis thd cultural domination & cultural homogenization, kesepahaman global.
3. melakukan usaha damai dalam upaya mereduksi perilaku agrasif dan mencegah terjadinya konflik.
4. Mengenal budaya lain dengan lebih mudah
5. Membangun sikap empati sosial pada budaya yang berbeda.
MANFAAT :
1. PERSPEKTIF INTERNASIONAL
Saling pengertian antarbangsa
Menumbuhkan rasa percaya diri
2. PERSPEKTIF DOMESTIK
mempererat solidaritas nasional
membangun nasionalisme
memahami keberagaman pandangan hidup
3. PERSPEKTIF PERSONAL
membangun wawasan
dapat saling berempati
ASUMSI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
Perbedaan persepsi antara komunikator dengan komunikan
Komunikasi antar budaya mengandung isi dan relasi antar pribadi
Gaya personal mempengaruhi komunikasi antar pribadi
Tujuan komunikasi antar budaya mengurangi ketidakpastian
Komunikasi berpusat pada kebudayaan
Tujuan komunikasi antar budaya adalah efektifitas antar budaya
PRINSIP KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
1. RELATIVITAS BAHASA
Antropologis Linguistik : Thesis Whorfian (Benjamin Lee Whorf, 1956) – Edward Sapir (1921) : Relativitas Linguistik : “karakteristik bahasa mempengaruhi proses kognitif. Orang yang menggunakan bahasa yang berbeda juga akan berbeda dalam cara mereka memandang dan berfikir tentang dunia.”
Bahasa yang kita gunakan membantu menstruktur apa yang kita lihat dan bagaimana kita melihatnya. Sehingga orang menggunakan bahasa akan melihat dunia secara berbeda (Fishman, 1972, Hoijer, 1954, Miller & McNeil, 1969). Lihat penggunakan kosakata salju pada orang eskimo, padi pada orang jawa dst.
2. BAHASA SEBAGAI CERMIN BUDAYA
3. KESADARAN DIRI
Makin besar perbedaan antarbudaya, makin besar kesadaran diri (mindfullness) para partisipan selama berkomunikasi. Gudykunt, 1989, Langer, 1989. Konsekwensi + : lebih waspada & hati-hati, peka pada hal yang tidak pautut, - : tertlalu hati-hati,kurang percaya diri, tidak spontan.
4. MENGURANGI KETIDAK-PASTIAN
makin besar perbedaan antarbudaya, makin besar ketidakpastian dalam komunikasi (berger & Bradac, 1982, Gudykunt, 1989)
5. INEQUALITAS
Inequalitas (ketidaksamaan/multikultur) eksis dalam setiap tipe masyarakat manusia (Anthony Gidden, 1990).
SAP KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN
MATA KULIAH : KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
DOSEN PENGAMPU : AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos, M.Si
DESKRIPSISINGKAT : Mata kuliah ini mengkaji tentang bagaimana komunikasi berlangsung dalam perbincangan dan kajian budaya. Komunikasi dalam budaya-budaya yang berbeda dalam masyarakat. Bagaimana budaya terbentuk oleh proses interaksi dan komunikasi intensif para anggotanya dan bagaimana mis komunikasi menjadi sumber konflik dalam masyarakat dan bagaimana komunikasi berkontribusi bagi proses penyelesaian konflik yang ada dalam masyarakat. Serta bagaimana komunikasi dalam membangun harmonisasi serta menjadi jembatan bagi pembangunan masyarakat dan sosialisasi program-program pembangunan begitu pula komunikasi dalam penciptaan makna yang akan membangun makna baru dalam sebuah budaya yang kondusif bagi pengembangan kehidupan social masyarakat.
DESKRIPSI PERKULIAHAN :
1. PENGANTAR
a. Kontrak belajar dan penjelasan KLB
b.
2. TUJUAN, MANFAAT DAN PRINSIP KAJIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Tujuan kajian : harmonisasi kehidupan, hidup berdampingan dan kesepahaman global, pengenalan budaya dan empati social.
b. Manfaat : perspektif internasional, domestik dan personal.
c. Prinsip : relativitas bahasa, kesadaran diri, inequalitas dan transaksional
d. Referensi :
• Joseph A De Vito, Human Communication,HarperCollins Publisher, 1996,
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya, Rosda, 2001.
3. KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF BUDAYA
a. Fungsi Komunikasi : social, eksresif, ritual dan instrumental
b. Perspektif, paradigma dan madzhab komunikasi : proses / transmisional dan semiotika
c. Pengertian dan bagian-bagian budaya (kultur), interaksi social, realitas social, kultur, parameter dan karakteristik budaya.
d. konteks kajian dan ruang lingkup kajian komsosbud
e. Referensi :
• John Fiske, cultural and communication studies. Routlege, 1990
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya, Rosda, 2001.
• Dedy Mulyana, Ilmu komunikasi suatu pengantar, Rosda,2004.
4. SUBJEK KAJIAN DAN WILAYAH KAJIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Subjek kajian : komunikasi antar rasial, antaretnik, antaragama, antarkelas, antarjender.
b. Wilayah kajian : antarpersonal, kelompok, organisasi, masyarakat dan internasional.
c. Referensi :
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Ilmu komunikasi suatu pengantar, Rosda,2004.
John Fiske, cultural and communication studies. Routlege, 1990
5. FOKUS KAJIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA DAN KEBUDAYAAN KONTEKS KOMUNIKASI
a. Fokus kajian : Bahasa, penyandian, representasi, persepsi, prasangka, empati dan feed back, dan hambatan
b. Referensi :
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya, Rosda, 2001.
6. KONTEKSTUAL KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Konteks dan makna
b. Konteks bahasa verbal, nonverbal, waktu, ruang dan jarak social, aktifitas social, ritual budaya.
c. Referensi :
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya
7. HAMBATAN KOMUNIKASI
a. Kebudayaan konteks komunikasi : Pola berpikir, prasangka, stereotype, etnosentrisme, tradisi, nilai, norma dan system religi
8-9. FAKTOR PERSONAL DALAM KLB 1
a. Faktor personal dalam KLB
b. Persona dan Identitas budaya
10-11. ETHNIC IDENTITY
a. Pendekatan dalam identitas etnic
b. Asimilasi dan akulturasi
c. Pluralism budaya
12-13. WORD VIEW, IDEOLOGI DAN MAKNA
a. Pengertian
b. KLB dan ideologi Relasi dengan sesame
c. HCC- LCC
d. Orientasi waktu dll
14. METODE ANALISIS KAJIAN DAN PENELITIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Analisis teks media (content analysis)
b. Hermeneutic
c. Semiotika / semiologi komunikasi
d. Etnografi komunikasi
e. Analisis ideologis
MATA KULIAH : KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
DOSEN PENGAMPU : AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos, M.Si
DESKRIPSISINGKAT : Mata kuliah ini mengkaji tentang bagaimana komunikasi berlangsung dalam perbincangan dan kajian budaya. Komunikasi dalam budaya-budaya yang berbeda dalam masyarakat. Bagaimana budaya terbentuk oleh proses interaksi dan komunikasi intensif para anggotanya dan bagaimana mis komunikasi menjadi sumber konflik dalam masyarakat dan bagaimana komunikasi berkontribusi bagi proses penyelesaian konflik yang ada dalam masyarakat. Serta bagaimana komunikasi dalam membangun harmonisasi serta menjadi jembatan bagi pembangunan masyarakat dan sosialisasi program-program pembangunan begitu pula komunikasi dalam penciptaan makna yang akan membangun makna baru dalam sebuah budaya yang kondusif bagi pengembangan kehidupan social masyarakat.
DESKRIPSI PERKULIAHAN :
1. PENGANTAR
a. Kontrak belajar dan penjelasan KLB
b.
2. TUJUAN, MANFAAT DAN PRINSIP KAJIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Tujuan kajian : harmonisasi kehidupan, hidup berdampingan dan kesepahaman global, pengenalan budaya dan empati social.
b. Manfaat : perspektif internasional, domestik dan personal.
c. Prinsip : relativitas bahasa, kesadaran diri, inequalitas dan transaksional
d. Referensi :
• Joseph A De Vito, Human Communication,HarperCollins Publisher, 1996,
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya, Rosda, 2001.
3. KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF BUDAYA
a. Fungsi Komunikasi : social, eksresif, ritual dan instrumental
b. Perspektif, paradigma dan madzhab komunikasi : proses / transmisional dan semiotika
c. Pengertian dan bagian-bagian budaya (kultur), interaksi social, realitas social, kultur, parameter dan karakteristik budaya.
d. konteks kajian dan ruang lingkup kajian komsosbud
e. Referensi :
• John Fiske, cultural and communication studies. Routlege, 1990
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya, Rosda, 2001.
• Dedy Mulyana, Ilmu komunikasi suatu pengantar, Rosda,2004.
4. SUBJEK KAJIAN DAN WILAYAH KAJIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Subjek kajian : komunikasi antar rasial, antaretnik, antaragama, antarkelas, antarjender.
b. Wilayah kajian : antarpersonal, kelompok, organisasi, masyarakat dan internasional.
c. Referensi :
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Ilmu komunikasi suatu pengantar, Rosda,2004.
John Fiske, cultural and communication studies. Routlege, 1990
5. FOKUS KAJIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA DAN KEBUDAYAAN KONTEKS KOMUNIKASI
a. Fokus kajian : Bahasa, penyandian, representasi, persepsi, prasangka, empati dan feed back, dan hambatan
b. Referensi :
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya, Rosda, 2001.
6. KONTEKSTUAL KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Konteks dan makna
b. Konteks bahasa verbal, nonverbal, waktu, ruang dan jarak social, aktifitas social, ritual budaya.
c. Referensi :
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya
7. HAMBATAN KOMUNIKASI
a. Kebudayaan konteks komunikasi : Pola berpikir, prasangka, stereotype, etnosentrisme, tradisi, nilai, norma dan system religi
8-9. FAKTOR PERSONAL DALAM KLB 1
a. Faktor personal dalam KLB
b. Persona dan Identitas budaya
10-11. ETHNIC IDENTITY
a. Pendekatan dalam identitas etnic
b. Asimilasi dan akulturasi
c. Pluralism budaya
12-13. WORD VIEW, IDEOLOGI DAN MAKNA
a. Pengertian
b. KLB dan ideologi Relasi dengan sesame
c. HCC- LCC
d. Orientasi waktu dll
14. METODE ANALISIS KAJIAN DAN PENELITIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Analisis teks media (content analysis)
b. Hermeneutic
c. Semiotika / semiologi komunikasi
d. Etnografi komunikasi
e. Analisis ideologis
KAP 1 : The Nature of Interpersonal Communication
KARAKTERISTIK KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
OLEH : Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si.
AKSIOMA KOMUNIKASI RELATIONAL Watzlawick, Beavin, Jackson
• Orang tidak bisa tidak berkomunikasi
• Setiap percakapan (betapapun singkatnya) meliputi dua pesan : Pesan isi (contens message) dan pesan hubungan(relationship message)
• Interaksi selalu diorganisasikan ke dalam pola-pola yang mempunyai arti bagi para komunikator. (Hal ini tergantung persepsi masing-masing thd perilaku).
• Orang menggunakan kode digital (bahasa : verbal) analog (bahasa tubuh, simbol, pengungkapan perasaan)
• Komunikasi berhubungan dengan pencocokan/pengaitan pesan-pesan di dalam suatu interaksi. (komunikator mungkin merespon dengan cara yg sama/meminimalkan perbedaan = hubungan simetris. Perbedaan respon komunikator dimaksimalkan = hubungan komplementer).
DEFINISI KOMUNIKASI ANTARPERSONAL, Bachmer, Capella, Miller , Mengajukan 3 Definisi berdasarkan :
a. KOMPONEN (COMPONENTIAL)
b. HUBUNGAN DIADIK (RELATIONAL / DYADIC)
c. PENGEMBANGAN (DEVELOMENTAL), yaitu : Menurut Gerald Miller, akhir dari perkembangan komunikasi impersonal. 3 faktor kategoris :
• Data psikologis, mis : sosiologis, pendidikan, pekerjaan dsb
• Pengetahuan menjelaskan (explanatory knowledge), mis : alasan suatu perilaku.
• Aturan (pribadi, sosial), mis : kesesuai norma, adat, kultur.
CIRI KOMUNIKASI ANTARPERSONAL
•MENURUT REARDON (1987)
1. Dimotivasi atas banyak faktor
2. Berdampak : disengaja / tidak disengaja
3. Berbalas-balasan
4. Mengisyaratkan hubungan antarpribadi (diadik)
5. Berlangsung dalam suasana bebas, variasi.
6. Menggunakan pelbagai lambang yang bermakna
•MENURUT EVERT. M. ROGERS (1988) :
1. Arus pesan cenderung dua arah.
2. Konteks komunikasi : tatap muka
3. Tingkat umpan balik yang tinggi
4. Kemampuan mengatasi tingkat selektivitas sangat tinggi.
5. Kecepatan untuk menjangkau sasaran yang besar sangat lamban.
6. Efek yang terjadi antara lain perubahan sikap.
•KARAKTERISTIK HUBUNGAN ANTAR PRIBADI
• Menurut De Vito ada dua karakteristik :
• Berlangsung melalui beberapa tahap. Mulai tahap kontak awal sampai tahap pemutusan (dissolution)
• Berbeda-beda dalam hal keluasan (breadth) dan kedalaman (depth)
• Breadth : banyaknya topik yang dikomunikasikan
• Depth : derajat dalamnya “kepersonalan” (inti individu.
•KOMPONEN /ELEMEN KAP :
1. Source/receiver,
2. Encoding-decoding : producing (speaking-writing), understanding massage (listening-reading).
3. Competence : ability to communicate effectively (knowledge/skill)
4. Message
5. Feedback (positive – negative)
6. Channel
7. Noise
OLEH : Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si.
AKSIOMA KOMUNIKASI RELATIONAL Watzlawick, Beavin, Jackson
• Orang tidak bisa tidak berkomunikasi
• Setiap percakapan (betapapun singkatnya) meliputi dua pesan : Pesan isi (contens message) dan pesan hubungan(relationship message)
• Interaksi selalu diorganisasikan ke dalam pola-pola yang mempunyai arti bagi para komunikator. (Hal ini tergantung persepsi masing-masing thd perilaku).
• Orang menggunakan kode digital (bahasa : verbal) analog (bahasa tubuh, simbol, pengungkapan perasaan)
• Komunikasi berhubungan dengan pencocokan/pengaitan pesan-pesan di dalam suatu interaksi. (komunikator mungkin merespon dengan cara yg sama/meminimalkan perbedaan = hubungan simetris. Perbedaan respon komunikator dimaksimalkan = hubungan komplementer).
DEFINISI KOMUNIKASI ANTARPERSONAL, Bachmer, Capella, Miller , Mengajukan 3 Definisi berdasarkan :
a. KOMPONEN (COMPONENTIAL)
b. HUBUNGAN DIADIK (RELATIONAL / DYADIC)
c. PENGEMBANGAN (DEVELOMENTAL), yaitu : Menurut Gerald Miller, akhir dari perkembangan komunikasi impersonal. 3 faktor kategoris :
• Data psikologis, mis : sosiologis, pendidikan, pekerjaan dsb
• Pengetahuan menjelaskan (explanatory knowledge), mis : alasan suatu perilaku.
• Aturan (pribadi, sosial), mis : kesesuai norma, adat, kultur.
CIRI KOMUNIKASI ANTARPERSONAL
•MENURUT REARDON (1987)
1. Dimotivasi atas banyak faktor
2. Berdampak : disengaja / tidak disengaja
3. Berbalas-balasan
4. Mengisyaratkan hubungan antarpribadi (diadik)
5. Berlangsung dalam suasana bebas, variasi.
6. Menggunakan pelbagai lambang yang bermakna
•MENURUT EVERT. M. ROGERS (1988) :
1. Arus pesan cenderung dua arah.
2. Konteks komunikasi : tatap muka
3. Tingkat umpan balik yang tinggi
4. Kemampuan mengatasi tingkat selektivitas sangat tinggi.
5. Kecepatan untuk menjangkau sasaran yang besar sangat lamban.
6. Efek yang terjadi antara lain perubahan sikap.
•KARAKTERISTIK HUBUNGAN ANTAR PRIBADI
• Menurut De Vito ada dua karakteristik :
• Berlangsung melalui beberapa tahap. Mulai tahap kontak awal sampai tahap pemutusan (dissolution)
• Berbeda-beda dalam hal keluasan (breadth) dan kedalaman (depth)
• Breadth : banyaknya topik yang dikomunikasikan
• Depth : derajat dalamnya “kepersonalan” (inti individu.
•KOMPONEN /ELEMEN KAP :
1. Source/receiver,
2. Encoding-decoding : producing (speaking-writing), understanding massage (listening-reading).
3. Competence : ability to communicate effectively (knowledge/skill)
4. Message
5. Feedback (positive – negative)
6. Channel
7. Noise
KAP : SAP KAP 2009
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN
MATA KULIAH : KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI (KAP)
NOMOR KODE / SKS : 3 (3-0)
DOSEN PENGAMPU : AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos, M.Si
STRATEGI PERKULIAHAN :
1.Perkuliahan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi dan presentasi
2.Untuk memberikan pemahaman, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan materi dan melakukan presentasi sebelum perkuliahan dimulai.
3.Mahasiswa melakuakan analisai teoritik dan studi kasus terhadap berbagai persoalana komunikasi Antarpribadi melalui pembuatan makalah dan analisa kasus.
RANCANGAN TOPIK BAHASAN PERKULIAHAN :
1.Kesepakatan Kontrak Belajar dan Pengantar Umum Mata Kuliah Komunikasi Antar Pribadi (KAP)
• Kesepakatan aktivitas perkuliahan (kontrak belajar)
• AMBAK, maksud, tujuan , manfaat mata kuliah KAP
• Pokok-pokok pikiran dan pembahasan mata kuliah KAP
2.Ciri–ciri Komunikasi Antar Pribadi
• Ciri komunikasi antar personal
• Elemen penting dalam komunikasi antar pribadi
• Aksioma dalam komunikasi antar personal
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book hal. 4-33
3.The Self (diri) dalam komunikasi antar pribadi 1
• Dimensi diri : self concept, self awareness, self esteem
• Johari window consept
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book hal. 63-89
4.The Self (diri) dalam komunikasi antar pribadi 2
• Self dislosure (pengungkapan diri)
• Communication apprehension
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book hal. 63-89
5.Teori-teori dasar dalam komunikasi antar pribadi
• Self disclosure theory
• Atribution theory
• Social penetration theory
• Uncertainty Reduction theory
• Referensi : Stephen w. Littlejohn, Theories of Human Communications . Seventh Edition (Chapter 5,6,7)
6.Presentasi Teori-teori dasar dalam komunikasi antar pribadi
7.Persepsi dalam KAP
• Tahap & Proses persepsi
• Proses perseptual
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Joseph A Devito. Human Communication (terjmhn : Komunikasi antar manusia) hal :259 & 264, Dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi suatu pengantar.
8.Pesan dan Makna (message and meaning)
• Pemahaman pesan dan makna
• Ciri-ciri makna (meaning)
• Karakteristik pesan
• Referensi : Stephen w. Littlejohn, Theories of Human Communications . Seventh Edition , Joseph A Devito. The interpersonal communication book
9.Pesan verbal (verbal message)
• Bahasa dalam pesan verbal
• Hambatan dalam interaksi bahasa verbal
• Prinsip-prinsip bahasa dan interaksi verbal : berdusta, self talk, gosip dll.
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep A Devito. Human Communications
10.Komunikasi non verbal (non verbal communications)
• Fungsi komunikasi non verbal
• Universalisme komunikasi non verbal
• Komunikasi tubuh, wajah dan mata
• Ruang, zona, sentuhan
• Parabahasa (paralanguage)
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep A Devito. Human Communications, Allan Pease. Body Language. Sheldon Press. London (1981)., David Lambert. Gem Body Language. Harercollins Publishers. Ltd (1996).
11.Komunikasi antar pribadi dalam berbagai hubungan
• Tipe persahabatan, budaya dan gender
• Cinta, budaya dan gender
• Komunikasi dalam hubungan keluarga
• Djalaluddin Rahmad. Psikologi Komunikasi.
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep , DR. A. Supratiknya. Komunikasi Antarpribadi : Tinjauan Psikologis. Penerbit Kanisius.(1995)
12.Konflik dalam hubungan antarpribadi
• Pemahaman alamiah konflik
• Tahap resolusi konflik
• Strategi manajemen konflik
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep A Devito. Human Communications, DR. A. Supratiknya. Komunikasi Antarpribadi : Tinjauan Psikologis. Penerbit Kanisius.(1995)
13.Power (pengaruh / kekuasaan) dalam hubungan antarpribadi
• Prinsip-prinsip power
• Tipe-tipe power dalam KAP
• Mengkomunikasikan power (pengaruh)
• Referensi : Joseph A. De Vito. The Interpersonal Communication Book . Fifth Edition
14.Presentasi tugas
MATA KULIAH : KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI (KAP)
NOMOR KODE / SKS : 3 (3-0)
DOSEN PENGAMPU : AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos, M.Si
STRATEGI PERKULIAHAN :
1.Perkuliahan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi dan presentasi
2.Untuk memberikan pemahaman, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan materi dan melakukan presentasi sebelum perkuliahan dimulai.
3.Mahasiswa melakuakan analisai teoritik dan studi kasus terhadap berbagai persoalana komunikasi Antarpribadi melalui pembuatan makalah dan analisa kasus.
RANCANGAN TOPIK BAHASAN PERKULIAHAN :
1.Kesepakatan Kontrak Belajar dan Pengantar Umum Mata Kuliah Komunikasi Antar Pribadi (KAP)
• Kesepakatan aktivitas perkuliahan (kontrak belajar)
• AMBAK, maksud, tujuan , manfaat mata kuliah KAP
• Pokok-pokok pikiran dan pembahasan mata kuliah KAP
2.Ciri–ciri Komunikasi Antar Pribadi
• Ciri komunikasi antar personal
• Elemen penting dalam komunikasi antar pribadi
• Aksioma dalam komunikasi antar personal
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book hal. 4-33
3.The Self (diri) dalam komunikasi antar pribadi 1
• Dimensi diri : self concept, self awareness, self esteem
• Johari window consept
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book hal. 63-89
4.The Self (diri) dalam komunikasi antar pribadi 2
• Self dislosure (pengungkapan diri)
• Communication apprehension
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book hal. 63-89
5.Teori-teori dasar dalam komunikasi antar pribadi
• Self disclosure theory
• Atribution theory
• Social penetration theory
• Uncertainty Reduction theory
• Referensi : Stephen w. Littlejohn, Theories of Human Communications . Seventh Edition (Chapter 5,6,7)
6.Presentasi Teori-teori dasar dalam komunikasi antar pribadi
7.Persepsi dalam KAP
• Tahap & Proses persepsi
• Proses perseptual
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Joseph A Devito. Human Communication (terjmhn : Komunikasi antar manusia) hal :259 & 264, Dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi suatu pengantar.
8.Pesan dan Makna (message and meaning)
• Pemahaman pesan dan makna
• Ciri-ciri makna (meaning)
• Karakteristik pesan
• Referensi : Stephen w. Littlejohn, Theories of Human Communications . Seventh Edition , Joseph A Devito. The interpersonal communication book
9.Pesan verbal (verbal message)
• Bahasa dalam pesan verbal
• Hambatan dalam interaksi bahasa verbal
• Prinsip-prinsip bahasa dan interaksi verbal : berdusta, self talk, gosip dll.
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep A Devito. Human Communications
10.Komunikasi non verbal (non verbal communications)
• Fungsi komunikasi non verbal
• Universalisme komunikasi non verbal
• Komunikasi tubuh, wajah dan mata
• Ruang, zona, sentuhan
• Parabahasa (paralanguage)
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep A Devito. Human Communications, Allan Pease. Body Language. Sheldon Press. London (1981)., David Lambert. Gem Body Language. Harercollins Publishers. Ltd (1996).
11.Komunikasi antar pribadi dalam berbagai hubungan
• Tipe persahabatan, budaya dan gender
• Cinta, budaya dan gender
• Komunikasi dalam hubungan keluarga
• Djalaluddin Rahmad. Psikologi Komunikasi.
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep , DR. A. Supratiknya. Komunikasi Antarpribadi : Tinjauan Psikologis. Penerbit Kanisius.(1995)
12.Konflik dalam hubungan antarpribadi
• Pemahaman alamiah konflik
• Tahap resolusi konflik
• Strategi manajemen konflik
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep A Devito. Human Communications, DR. A. Supratiknya. Komunikasi Antarpribadi : Tinjauan Psikologis. Penerbit Kanisius.(1995)
13.Power (pengaruh / kekuasaan) dalam hubungan antarpribadi
• Prinsip-prinsip power
• Tipe-tipe power dalam KAP
• Mengkomunikasikan power (pengaruh)
• Referensi : Joseph A. De Vito. The Interpersonal Communication Book . Fifth Edition
14.Presentasi tugas
Langganan:
Postingan (Atom)