Senin, 31 Agustus 2009
KLB 1 : PENGANTAR KLB
Oleh :
AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos, M.Si.
PENGERTIAN 1
Definisi komunikasi antarbudaya yang paling sederhana, yakni komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh mereka yang berbeda latar belakang kebudayaan.
Komunikasi antarbudaya adalah pernyataan diri antar¬pribadi yang paling efektif antara dua orang yang saling ber¬beda latar belakang budaya.
Komunikasi antarbudaya merupakan pertukaran pesan¬-pesan yang disampaikan secara lisan, tertulis, bahkan secara imajiner antara dua orang yang berbeda latar belakang budaya.
Komunikasi antar budaya merupakan pembagian pesan yang berbentuk informasi atau hiburan yang sisampaikan secara lisan atau tertulis atau metode lainnya yang dilakukan oleh dua orang yang berbeda latar belakang budayanya.
PENGERTIAN 2
Komunikasi antarbudaya adalah pengalihan informasi dari seorang yang berkebudayaan tertentu kepada seorang yang berkebudayaan lain.
Komunikasi antarbudaya adalah pertukaran makna yang berbentuk simbol yang dilakukan dua orang yang berbeda latar belakang budayanya.
Komunikasi antarbudaya adalah proses pengalihan pesan yang dilakukan seorang melalui saluran tertentu kepada orang lain yang keduanya berasal dari latar belakang budaya yang berbeda dan menghasilkan efek tertentu.
Komunikasi antarbudaya adalah setiap proses pembagian informasi, gagasan atau perasaan antara mereka yang berbeda latar Belakang budayanya.
PENGERTIAN 3
Samovar dan Porter juga mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya terjadi di antara produser pesan dan penerima pesan yang latar belakang kebudayaannya berbeda. (Samovar Porter)
Andrea L Rich dan Dennis M Ogawa dalam buku Larry A. Samovar dan Richard E. Porter Intercultural Communication, A Reader komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang orang yang berbeda kebudayaan, misalnya antar suku bangsa, antar etnik&dk dan ras, antar kelas sosial. (Samovar dan Porter, 1976: 25).
PENGERTIAN 4
Charley H. Dood mengatakan bahwa komunikasi antar budaya meliputi komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi, dan kelompok, dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para peserta (Dood, 1991 : 5).
Komunikasi antarbudaya adalah suatu proses komunikasi simbolik, interpretatif, transaksional, kontekstual yang di¬lakukan oleh sejumlah orang yang karena memiliki perbedaan derajat kepentingan tertentu memberikan interpre¬tasi dan harapan secara berbeda terhadap apa yang disampai¬kan dalam bentuk perilaku tertentu sebagai makna yang dipertukarkan. (Lustig dan Koester Intercultural Communica¬tion Competence, 1993).
PENGERTIAN 5
Intercultural communication yang disingkat "ICC", mengartikan komunikasi antarbudaya merupakan interaksi antarpribadi antara seorang anggota dengan kelompok yang berbeda kebudayaan.
Guo Ming Chen dan William J. Starosta mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya adalah proses negosiasi atau per¬tukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia dan membatasi rnereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok.
MAKNA PENTING KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
TUJUAN :
1. Membangun rasa saling percaya & menghormati sebagai bangsa berbudayadalam memperkokoh hidup berdampingan secara damai, mempersempit ruang misunderstanding.
2. Kritis thd cultural domination & cultural homogenization, kesepahaman global.
3. melakukan usaha damai dalam upaya mereduksi perilaku agrasif dan mencegah terjadinya konflik.
4. Mengenal budaya lain dengan lebih mudah
5. Membangun sikap empati sosial pada budaya yang berbeda.
MANFAAT :
1. PERSPEKTIF INTERNASIONAL
Saling pengertian antarbangsa
Menumbuhkan rasa percaya diri
2. PERSPEKTIF DOMESTIK
mempererat solidaritas nasional
membangun nasionalisme
memahami keberagaman pandangan hidup
3. PERSPEKTIF PERSONAL
membangun wawasan
dapat saling berempati
ASUMSI KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
Perbedaan persepsi antara komunikator dengan komunikan
Komunikasi antar budaya mengandung isi dan relasi antar pribadi
Gaya personal mempengaruhi komunikasi antar pribadi
Tujuan komunikasi antar budaya mengurangi ketidakpastian
Komunikasi berpusat pada kebudayaan
Tujuan komunikasi antar budaya adalah efektifitas antar budaya
PRINSIP KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
1. RELATIVITAS BAHASA
Antropologis Linguistik : Thesis Whorfian (Benjamin Lee Whorf, 1956) – Edward Sapir (1921) : Relativitas Linguistik : “karakteristik bahasa mempengaruhi proses kognitif. Orang yang menggunakan bahasa yang berbeda juga akan berbeda dalam cara mereka memandang dan berfikir tentang dunia.”
Bahasa yang kita gunakan membantu menstruktur apa yang kita lihat dan bagaimana kita melihatnya. Sehingga orang menggunakan bahasa akan melihat dunia secara berbeda (Fishman, 1972, Hoijer, 1954, Miller & McNeil, 1969). Lihat penggunakan kosakata salju pada orang eskimo, padi pada orang jawa dst.
2. BAHASA SEBAGAI CERMIN BUDAYA
3. KESADARAN DIRI
Makin besar perbedaan antarbudaya, makin besar kesadaran diri (mindfullness) para partisipan selama berkomunikasi. Gudykunt, 1989, Langer, 1989. Konsekwensi + : lebih waspada & hati-hati, peka pada hal yang tidak pautut, - : tertlalu hati-hati,kurang percaya diri, tidak spontan.
4. MENGURANGI KETIDAK-PASTIAN
makin besar perbedaan antarbudaya, makin besar ketidakpastian dalam komunikasi (berger & Bradac, 1982, Gudykunt, 1989)
5. INEQUALITAS
Inequalitas (ketidaksamaan/multikultur) eksis dalam setiap tipe masyarakat manusia (Anthony Gidden, 1990).
SAP KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
MATA KULIAH : KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
DOSEN PENGAMPU : AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos, M.Si
DESKRIPSISINGKAT : Mata kuliah ini mengkaji tentang bagaimana komunikasi berlangsung dalam perbincangan dan kajian budaya. Komunikasi dalam budaya-budaya yang berbeda dalam masyarakat. Bagaimana budaya terbentuk oleh proses interaksi dan komunikasi intensif para anggotanya dan bagaimana mis komunikasi menjadi sumber konflik dalam masyarakat dan bagaimana komunikasi berkontribusi bagi proses penyelesaian konflik yang ada dalam masyarakat. Serta bagaimana komunikasi dalam membangun harmonisasi serta menjadi jembatan bagi pembangunan masyarakat dan sosialisasi program-program pembangunan begitu pula komunikasi dalam penciptaan makna yang akan membangun makna baru dalam sebuah budaya yang kondusif bagi pengembangan kehidupan social masyarakat.
DESKRIPSI PERKULIAHAN :
1. PENGANTAR
a. Kontrak belajar dan penjelasan KLB
b.
2. TUJUAN, MANFAAT DAN PRINSIP KAJIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Tujuan kajian : harmonisasi kehidupan, hidup berdampingan dan kesepahaman global, pengenalan budaya dan empati social.
b. Manfaat : perspektif internasional, domestik dan personal.
c. Prinsip : relativitas bahasa, kesadaran diri, inequalitas dan transaksional
d. Referensi :
• Joseph A De Vito, Human Communication,HarperCollins Publisher, 1996,
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya, Rosda, 2001.
3. KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF BUDAYA
a. Fungsi Komunikasi : social, eksresif, ritual dan instrumental
b. Perspektif, paradigma dan madzhab komunikasi : proses / transmisional dan semiotika
c. Pengertian dan bagian-bagian budaya (kultur), interaksi social, realitas social, kultur, parameter dan karakteristik budaya.
d. konteks kajian dan ruang lingkup kajian komsosbud
e. Referensi :
• John Fiske, cultural and communication studies. Routlege, 1990
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya, Rosda, 2001.
• Dedy Mulyana, Ilmu komunikasi suatu pengantar, Rosda,2004.
4. SUBJEK KAJIAN DAN WILAYAH KAJIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Subjek kajian : komunikasi antar rasial, antaretnik, antaragama, antarkelas, antarjender.
b. Wilayah kajian : antarpersonal, kelompok, organisasi, masyarakat dan internasional.
c. Referensi :
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Ilmu komunikasi suatu pengantar, Rosda,2004.
John Fiske, cultural and communication studies. Routlege, 1990
5. FOKUS KAJIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA DAN KEBUDAYAAN KONTEKS KOMUNIKASI
a. Fokus kajian : Bahasa, penyandian, representasi, persepsi, prasangka, empati dan feed back, dan hambatan
b. Referensi :
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
• Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya, Rosda, 2001.
6. KONTEKSTUAL KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Konteks dan makna
b. Konteks bahasa verbal, nonverbal, waktu, ruang dan jarak social, aktifitas social, ritual budaya.
c. Referensi :
• Andrik P, Komunikasi Multikultural, UMS Press. 2003
Dedy Mulyana, Komunikasi Antarbudaya
7. HAMBATAN KOMUNIKASI
a. Kebudayaan konteks komunikasi : Pola berpikir, prasangka, stereotype, etnosentrisme, tradisi, nilai, norma dan system religi
8-9. FAKTOR PERSONAL DALAM KLB 1
a. Faktor personal dalam KLB
b. Persona dan Identitas budaya
10-11. ETHNIC IDENTITY
a. Pendekatan dalam identitas etnic
b. Asimilasi dan akulturasi
c. Pluralism budaya
12-13. WORD VIEW, IDEOLOGI DAN MAKNA
a. Pengertian
b. KLB dan ideologi Relasi dengan sesame
c. HCC- LCC
d. Orientasi waktu dll
14. METODE ANALISIS KAJIAN DAN PENELITIAN KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA
a. Analisis teks media (content analysis)
b. Hermeneutic
c. Semiotika / semiologi komunikasi
d. Etnografi komunikasi
e. Analisis ideologis
KAP 1 : The Nature of Interpersonal Communication
OLEH : Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si.
AKSIOMA KOMUNIKASI RELATIONAL Watzlawick, Beavin, Jackson
• Orang tidak bisa tidak berkomunikasi
• Setiap percakapan (betapapun singkatnya) meliputi dua pesan : Pesan isi (contens message) dan pesan hubungan(relationship message)
• Interaksi selalu diorganisasikan ke dalam pola-pola yang mempunyai arti bagi para komunikator. (Hal ini tergantung persepsi masing-masing thd perilaku).
• Orang menggunakan kode digital (bahasa : verbal) analog (bahasa tubuh, simbol, pengungkapan perasaan)
• Komunikasi berhubungan dengan pencocokan/pengaitan pesan-pesan di dalam suatu interaksi. (komunikator mungkin merespon dengan cara yg sama/meminimalkan perbedaan = hubungan simetris. Perbedaan respon komunikator dimaksimalkan = hubungan komplementer).
DEFINISI KOMUNIKASI ANTARPERSONAL, Bachmer, Capella, Miller , Mengajukan 3 Definisi berdasarkan :
a. KOMPONEN (COMPONENTIAL)
b. HUBUNGAN DIADIK (RELATIONAL / DYADIC)
c. PENGEMBANGAN (DEVELOMENTAL), yaitu : Menurut Gerald Miller, akhir dari perkembangan komunikasi impersonal. 3 faktor kategoris :
• Data psikologis, mis : sosiologis, pendidikan, pekerjaan dsb
• Pengetahuan menjelaskan (explanatory knowledge), mis : alasan suatu perilaku.
• Aturan (pribadi, sosial), mis : kesesuai norma, adat, kultur.
CIRI KOMUNIKASI ANTARPERSONAL
•MENURUT REARDON (1987)
1. Dimotivasi atas banyak faktor
2. Berdampak : disengaja / tidak disengaja
3. Berbalas-balasan
4. Mengisyaratkan hubungan antarpribadi (diadik)
5. Berlangsung dalam suasana bebas, variasi.
6. Menggunakan pelbagai lambang yang bermakna
•MENURUT EVERT. M. ROGERS (1988) :
1. Arus pesan cenderung dua arah.
2. Konteks komunikasi : tatap muka
3. Tingkat umpan balik yang tinggi
4. Kemampuan mengatasi tingkat selektivitas sangat tinggi.
5. Kecepatan untuk menjangkau sasaran yang besar sangat lamban.
6. Efek yang terjadi antara lain perubahan sikap.
•KARAKTERISTIK HUBUNGAN ANTAR PRIBADI
• Menurut De Vito ada dua karakteristik :
• Berlangsung melalui beberapa tahap. Mulai tahap kontak awal sampai tahap pemutusan (dissolution)
• Berbeda-beda dalam hal keluasan (breadth) dan kedalaman (depth)
• Breadth : banyaknya topik yang dikomunikasikan
• Depth : derajat dalamnya “kepersonalan” (inti individu.
•KOMPONEN /ELEMEN KAP :
1. Source/receiver,
2. Encoding-decoding : producing (speaking-writing), understanding massage (listening-reading).
3. Competence : ability to communicate effectively (knowledge/skill)
4. Message
5. Feedback (positive – negative)
6. Channel
7. Noise
KAP : SAP KAP 2009
MATA KULIAH : KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI (KAP)
NOMOR KODE / SKS : 3 (3-0)
DOSEN PENGAMPU : AKH. MUWAFIK SALEH, S.Sos, M.Si
STRATEGI PERKULIAHAN :
1.Perkuliahan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi dan presentasi
2.Untuk memberikan pemahaman, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan materi dan melakukan presentasi sebelum perkuliahan dimulai.
3.Mahasiswa melakuakan analisai teoritik dan studi kasus terhadap berbagai persoalana komunikasi Antarpribadi melalui pembuatan makalah dan analisa kasus.
RANCANGAN TOPIK BAHASAN PERKULIAHAN :
1.Kesepakatan Kontrak Belajar dan Pengantar Umum Mata Kuliah Komunikasi Antar Pribadi (KAP)
• Kesepakatan aktivitas perkuliahan (kontrak belajar)
• AMBAK, maksud, tujuan , manfaat mata kuliah KAP
• Pokok-pokok pikiran dan pembahasan mata kuliah KAP
2.Ciri–ciri Komunikasi Antar Pribadi
• Ciri komunikasi antar personal
• Elemen penting dalam komunikasi antar pribadi
• Aksioma dalam komunikasi antar personal
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book hal. 4-33
3.The Self (diri) dalam komunikasi antar pribadi 1
• Dimensi diri : self concept, self awareness, self esteem
• Johari window consept
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book hal. 63-89
4.The Self (diri) dalam komunikasi antar pribadi 2
• Self dislosure (pengungkapan diri)
• Communication apprehension
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book hal. 63-89
5.Teori-teori dasar dalam komunikasi antar pribadi
• Self disclosure theory
• Atribution theory
• Social penetration theory
• Uncertainty Reduction theory
• Referensi : Stephen w. Littlejohn, Theories of Human Communications . Seventh Edition (Chapter 5,6,7)
6.Presentasi Teori-teori dasar dalam komunikasi antar pribadi
7.Persepsi dalam KAP
• Tahap & Proses persepsi
• Proses perseptual
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Joseph A Devito. Human Communication (terjmhn : Komunikasi antar manusia) hal :259 & 264, Dedy Mulyana, Ilmu Komunikasi suatu pengantar.
8.Pesan dan Makna (message and meaning)
• Pemahaman pesan dan makna
• Ciri-ciri makna (meaning)
• Karakteristik pesan
• Referensi : Stephen w. Littlejohn, Theories of Human Communications . Seventh Edition , Joseph A Devito. The interpersonal communication book
9.Pesan verbal (verbal message)
• Bahasa dalam pesan verbal
• Hambatan dalam interaksi bahasa verbal
• Prinsip-prinsip bahasa dan interaksi verbal : berdusta, self talk, gosip dll.
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep A Devito. Human Communications
10.Komunikasi non verbal (non verbal communications)
• Fungsi komunikasi non verbal
• Universalisme komunikasi non verbal
• Komunikasi tubuh, wajah dan mata
• Ruang, zona, sentuhan
• Parabahasa (paralanguage)
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep A Devito. Human Communications, Allan Pease. Body Language. Sheldon Press. London (1981)., David Lambert. Gem Body Language. Harercollins Publishers. Ltd (1996).
11.Komunikasi antar pribadi dalam berbagai hubungan
• Tipe persahabatan, budaya dan gender
• Cinta, budaya dan gender
• Komunikasi dalam hubungan keluarga
• Djalaluddin Rahmad. Psikologi Komunikasi.
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep , DR. A. Supratiknya. Komunikasi Antarpribadi : Tinjauan Psikologis. Penerbit Kanisius.(1995)
12.Konflik dalam hubungan antarpribadi
• Pemahaman alamiah konflik
• Tahap resolusi konflik
• Strategi manajemen konflik
• Referensi : Joseph A Devito. The interpersonal communication book, Josep A Devito. Human Communications, DR. A. Supratiknya. Komunikasi Antarpribadi : Tinjauan Psikologis. Penerbit Kanisius.(1995)
13.Power (pengaruh / kekuasaan) dalam hubungan antarpribadi
• Prinsip-prinsip power
• Tipe-tipe power dalam KAP
• Mengkomunikasikan power (pengaruh)
• Referensi : Joseph A. De Vito. The Interpersonal Communication Book . Fifth Edition
14.Presentasi tugas
Minggu, 07 Juni 2009
Komorgan10-Budaya Organisasi
ORGANIZATION CULTURE
Oleh : AKh.Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si
DEFINISI
“culture can be defined as the shared philosophies, ideologies, values, assumption, expectation, attitudes and norm that knit a community together
(Kilam Saxton dan Serpa)
Budaya merujuk pada hasil interaksi antar individu dengan serangkaian jejak-jejak makna (web meaning) yang ditinggalkannya, baik berupa bahasa, nilai-nilai, norma-norma, simbol-simbol, seni maupun peninggalan-peninggalan fisik lainnya.
KARAKTERISTIK BUDAYA
1. Mempelajari budaya diperlukan dan diwujudkan dalam belajar observasi dan pengalaman.
2. Saling berbagi, individu dalam kelompok, keluarga dan masyarakat saling berbagi budaya.
3. Transgenerasi, merupakan kumulatif dan melampaui generasi satu ke generasi lain.
4. Persepsi pengaruh, membentuk perilaku dan struktur bagaimana seseorang menilai dunia.
5. Adaptasi, budaya didasarkan pada kapasitas seseorang berubah atau beradaptasi.
Gareth Morgan menjelaskan :
1. Pengertian bersama, pemahaman bersama dan penerimaan akal bersama semuanya adalah cara-cara yang berbeda untuk menggambarkan budaya.
2. Dalam berbicara tentang budaya kita benar-benar berbicara tentang sebuah proses pembangunan realita yang memungkinkan orang melihat dan memahami peristiwa-peristiwa, tindakan-tindakan, objek-objek, ungkapan-ungkaan, atau situasi-situasi tertentu dengan cara-cara tertentu pula.
3. Pola-pola pemahaman ini juga memberikan sebuah dasar supaya perilaku seseorang menjadi masuk akal dan berarti.
William M. merumuskan budaya organisasi sebagai
“suatu ekspresi kombinasi pengaruh dari keyakinan dasar organisasi, nilai-nilai, harapan dan pola tindakan tertentu”.
Menurut Goldstein, budaya organisasi adalah “totalitas pola perilaku dan karakteristik pola pemikiran dari karyawan suatu organisasi, keyakinan, pelayanan, perilaku dan tindakan karyawan
UNSUR-UNSUR BUDAYA DALAM ORGANISASI
1. pendiri organisasi.
2. pengalaman organisasi menghadapi lingkungan eksternal
3. karyawan dan hubungan kerja mereka
KARAKTERISTIK BUDAYA ORGANISASI STEPHEN ROBBIN
(1) inisiatif individual. Tingkat tanggungjawab, kebebasan dan keindependenan yang dimiliki individu;
(2) toleransi terhadap tindakan resiko. Sejauhmana karyawan dianjurkan untuk bertindak agresif, inovatif dan mengambil resiko;
(3) arah. Sejauhmana karyawan tersebut menciptakan dengan jelas sasaran dan harapan mengenai kinerja;
(4) integrasi. Tingkat sejauhmana unit-unit dalam organisasi di dorong untuk bekerja dengan cara yang terkoordinasi;
(5) dukungan dari manajemen. Tingkat sejauhmana para manajer memberi komunikasi yang jelas, bantuan, serta dukungan terhadap bawahan mereka;
(6) kontrol. Jumlah peraturan dan pengawasan langsung digunakan untuk mengawasi dan mengendalikan perilaku karyawan;
(7) identitas. Tingkat sejauhmana karyawan mengidentifikasikan dirinya secara keseluruhan dengan organisasinya daripada dengan kelompok kerja tertentu atau dengan bidang keahlian profesional lainnya;
(8) sistem imbalan. Tingkat sejauhmana alokasi imbalan (misalnya kenaikan gaji, promosi) didasarkan atas kriteria kinerja karyawan sebagai kebalikan dari senioritas, sikap pilih kasih dan sebagainya;
(9) toleransi terhadap konflik. Tingkat sejauhmana para karyawan di dorong untuk mengemukakan konflik dan kritik secara terbuka, dan;
(10) produksi; langkah-pola komunikasi.Tingkat sejauhmana komunikasi organisasi dibatasi oleh hirarki kewenangan yang formal
CIRI BUDAYA ORGANISASI (O’Reilly dalam Judge & Cable)
1. Inovasi. Tingkat sejauhmana organisasi mendukung pengambilan resiko, eksperimentasi, dan mengabaikan kehati-hatian, kemantapan atau keamanan.
2. Perhatian terhadap detail. Tingkat sejauhmana organisasi membiarkan karyawan melakukan analisis, perhatian ke detail dan kecermatan.
3. Orientasi hasil. Tingkat sejauhmana organisasi berorientasi pada kinerja, menuntut hasil dan mendukung harapan yang tinggi.
4. Keagresipan. Tingkat sejauhmana organisasi menekankan pada keagresipan, kompetisi dan memanfaatkan kesempatan.
5. Dukungan. Tingkat sejauhmana organisasi mendorong, mendukung penyebaran informasi dan menghargai kinerja yang baik.
6. Perhatian pada ganjaran. Tingkat sejauhmana organisasi memberi nilai gaji yang tinggi terhadap kinerja dan pengembangan profesional.
7. Orientasi tim. Tingkat sejauhmana organisasi berorientasi tim dan mendukung kolaborasi.
8. Ketegasan. Tingkat sejauhmana organisasi mempunyai ketegasan nilai, dapat diperkirakan (predictability) dan rendah konflik.
Bagaimana Budaya Organisasi Terbentuk ?
- Budaya terbentuk dari berbagai simbol, ritual dan upacara, tata nilai, keyakinan, gagasan, makna dan pola perilaku yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. pola interaksi, komunikasi, sikap, cara kerja dan nilai yang ditampilkan secara terus-menerus dalam kehidupan organisasi oleh orang-orang organisasi menjadi kebiasaan dan budaya yang melekat pada organisasi tersebut.
- Budaya seringkali juga tercermin dari orang-orang yang ditokohkan oleh suatu komunitas tertentu.
- Budaya organisasi adalah hasil proses interaksi anggota organisasi dengan segala bentuk hubungan dan komunikasi yang dilakukannya dalam sebuah proses pembelajaran bersama yang menghasilkan nilai-nilai dan norma-norma yang disepakati dan menjadi pedoman bersama dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.
Bagaimana Budaya Organisasi Terbentuk ? menurut Pacanowsky dan O’Donnell-Trujillo :
- Ritual
- yaitu suatu tindakan atau aktivitas yang diulangi secara teratur, familiar dan rutin, seperti melaui rapat-rapat, pertemuan-pertemuan baik formal maupun nonformal.
- Gairah – cerita,
- artinya suatu aktivitas yang membuat tugas rutin dan membosankan menjadi menarik dan menggairahkan
- Sosialitas
- adalah suatu tampilan yang menciptakan sebuah sense kelompok menyangkut identifikasi kelompok ataupun aturan-aturan sosial dalam bentuk yang lebih santai seperti basa-basi atau canda / humor, obrolan ngawur atau ringan.
- Politik organisasi,
- berupa bagaimana pengaruh dan kekuasaan itu dijalankan.
- Enkulturasi
- atau proses-proses “pengajaran” budaya pada para anggota organisasi. Enkulturasi sifatnya berlanjut, misalnya orientasi bagi anggota baru
Domain” Budaya Organisasi , menurut John Van Maanen dan Stephen Barley :
- konteks ekologis (ecological context), adalah berupa dunia fisik, yang meliputi lokasi, waktu dan sejarah, serta konteks sosial dimana organisasi beroperasi.
- interaksi diferensial (differential interaction). Perbedaan masing-masing budaya yang hidup secara internal pada diri individu organisasi tentu pula memberikan pengaruh pada budaya organisasi yang tercipta.
- pemahaman kolektif (collective understanding) yaitu cara-cara umum untuk menginterpretasikan peristiwa. Dimana kandungan dari pada budaya adalah, nilai-nilai, ide-ide, tujuan-tujuan dan praktek-praktek ritual yang dilakukan secara konsisten oleh suatu organisas
- domain individual. Terkadang dalam sebuah organisasi individu seorang pimpinan merepresentasikan budaya organisasi tersebut khususnya untuk tipe kepemimpinan yang kharismatik ataupun autokratik.
Fungsi Budaya Organisasi :
- Budaya melakukan sejumlah fungsi di dalam sebuah organisasi (Robbin, 1996), yaitu:
- Budaya berperan menetapkan tapal batas, artinya budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara suatu organisasi dan organisasi lain.
- Membawa suatu rasa identitas bagi anggota organisasi.
- Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada suatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
- Meningkatkan kemantapan sistem sosial. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan standar yang tepat untuk apa yang harus dikatakan dan dilakukan karyawan.
- Budaya berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.