Senin, 08 Maret 2010

Kumpulan GBPP Akh. Muwafik Saleh

Informasi bagi para mahasiswa Universitas Brawijaya yang mengambil mata kuliah dengan dosen pengampu Akh Muwafik, S.Sos, M.Si, antara lain :
1. Dasar-dasar Public Relations
2. Manajemen Public Relations

3. Komunikasi Organisasi
4. External Relations
5. Manajemen Training dan konsultasi SDM
6. Kapita selekta kewirausahaan

dapat mendownload GBPP (garis besar program pengajaran) di : http://www.slideshare.net/muwafik
semoga bermanfaat

Sinopsis Buku Public Service Communications

SYNOPSIS BUKU PUBLIC SERVICE COMMUNICATION


Senin, 28 Desember 2009

KAP 5/6 : Message and Meaning

PESAN DAN MAKNA
Oleh : Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si

 MAKNA (MEANING)
MEANING :
Is an active process created in cooperation between source and receiver, speaker and listener, writer and reader.
 SIFAT-SIFAT MAKNA
1. MEANING ARE IN PEOPLE
2. MEANING ARE MORE THAN WORDS & GESTURES
3. MEANING ARE UNIQUE
4. MEANING ARE CONTEXT-BASED
 MEANING ARE IN PEOPLE
Jelek -1-:-2-:-3-:-4-:-5-: -6-:-7-:-8-:-9-:-10- Cantik
 MEANING ARE MORE THAN WORDS & GESTURES
 MEANING ARE UNIQUE
 Satu pesan beragam makna
 Dapat dipengaruhi oleh suasana, perasaan, derajat pikiran komunikan yang berbeda-beda pada setiap orang.
 Begitu pula dipengaruhi oleh pengalaman, referensi, kebiasaan, keinginan dari setiap orang.
 MEANING ARE CONTEXT-BASED
 Makna dipengaruhi oleh konteks yang berbeda dalam situasi yang berbeda
 Contoh :
“bagaimana kabarmu” --- (dijalan : halo) , (dirumah sakit : kesehatan)
“kedipan mata” dari lk-pr (dijalan : rayuan ; bertiga : isyarat/penunjuk)
“cibiran” (pujian, hinaan)
 KOMPONEN PESAN
1. MAKNA
2. SYMBOL
3. ORGANISASI PESAN
 KARAKTERISTIK PESAN
1. MESSAGES ARE PACKAGED
2. MESSAGES ARE RULE-GOVERNED
3. MESSAGES VARY IN ABSTRACTION
4. MESSAGES VARY IN POLITENESS
5. MESSAGES VARY IN INCLUSION
6. MESSAGES VARY IN DIRECTNESS
7. MESSAGES VARY IN ASSERTIVENESS
 1. MESSAGES ARE PACKAGED
 Pengemasan pesan tidaklah semata sebuah kebiasaan saja melainkan peristiwa untuk mengkemas pesan dalam berbagai tingkat kesengajaan.
 Dalam beragam situasi emosi, pesan yang anda produksi dan tampilkan melibatkan seluruh aspek yang mendukung perasaan anda tsb, mis : suara, mata, tangan, mimik wajah dsb.
 2. MESSAGES ARE RULE-GOVERNED
 Setiap pesan selalu terbangun diatas aturan.
 Pesan diatur oleh sistem nilai, norma yang berkembang.
 Produksi pesan adalah sebuah hasil dari proses belajar, baik dari budaya, observasi (verbal / non verbal)
 Prinsip komunikasi : melibatkan prediksi peserta komunikasi
 3. MESSAGES VARY IN ABSTRACTION
 Pesan memiliki abstraksi (wujud) makna yang berbeda-beda berdasar kesan (image) yang berbeda atas suatu pesan tsb.
 Abstraksi tersebut dapat berdasar pada fokus yang berbeda, pengalaman maupun kesukaan masing-masing individu, hal ini memberikan kesan yang berbeda-beda pada suatu pesan yang disampaikan.
 4. MESSAGES VARY IN POLITENESS
 Nilai kesopanan lahir dari pengalaman dan nilai budaya yang berbeda-beda
 Nilai-nilai kesopanan memiliki wujud dan bentuk yang berbeda dalam setiap budaya.
 Namun, terdapat beberapa hal yang mungkin dapat dikatakan berlaku universal dan sebagian lain lokal. Atau memiliki nilai universal namun dengan wujud yang berbeda. Mis : “bagus” namun wujud pengungkapan berbeda. “sopan” (jepang = nunduk, jawa = tangan di depan, dsb )
 Termasuk cara berkomunikasi antar level sosial, gender dsb.
 Etika / tata cara dalam pengungkapan pesan (netiquette) merupakan salah satu bagian dalam kesopanan, misal : etika dalam ber-komputer dan menjadi sebuah sistem didalam nya. Mis : sebelum anda menutup komputer anda perlu melakukan shotdown terlebih dahulu.
 5. MESSAGES VARY IN INCLUSION
 Suatu pesan adalah menjadi bagian dalam diri seseorang,
 Terdapat beberapa pesan yang secara tidak sadar merupakan bahasa inklusif yang hanya dipahami oleh masing-masing pribadi / suatu kelompok (in-group)
 Dalam komunikasi dan produksi pesan terdapat pesan (bahasa) inklusif & eksklusif (bahasa yang dipakai dan berlaku secara universal)
 Inklusion dapat terlihat dalam bahasa : in-group, tidak disengaja,
 6. MESSAGES VARY IN DIRECTNESS
 Pesan berada dalam beragam tingkat kelangsungan tertentu (langsung – tidak langsung). mis : tuch telponnya bunyi --- tolong jawab telponnya. Disini dingin ya.. --- mau pinjam jaketnya dong.
 Kelangsungan tertentu dari suatu pesan memiliki tingkat keuntungan dan kerugian yang berbeda.
 Keuntungan langsung : lebih jelas, mudah direspon, meminimalkan kesalahan interpretasi.
 Keuntungan tidak langsung : alasan menjaga kesopanan, untuk tidak menyinggung perasaan (saat menghina/kritik), mis : audience lihat jam saat pidato berlangsung,
 Kerugian tidak langsung : mis-interpretasi, tidak terpenuhinya maksud/tujuan komunikator.
 Sindiran lebih baik dipergunakan dalam mengkritik orang lain.
 Pesan sindiran, bukanlah menunjukkan kelemahan (power), melainkan sebuah strategi/ style untuk mempengaruhi orang lain.
 Indirect dipergunakan saat :
 Untuk menunjukkan kelemahan
 Mengungkapkan masalah
 Mengakui kesalahan
 Direct / indirect dipengaruhi oleh :
 Budaya
 Self disclosure / style
 Strategi efektifitas
 7. MESSAGES VARY IN ASSERTIVENESS
 Produksi pesan berada dalam beragam ketegasan.
 Ketegasan pesan seringkali dipergunakan untuk menunjukkan ketidaksepakatan pada orang yang mungkin tidak anda suka, lebih yunior, dianggap berada di level bawah dirinya.
 Ketidaktegasan pesan (non-assertiveness) atau pesan permisif, cenderung dilakukan terhadap orang yang dekat, keluarga, orang yang disuka, senior, “lebih” dibandingkan anda, sungkan dsb.
 Bentuk assertiveness :
 Volume suara
 Nada pesan
 Sikap & bahasa tubuh dalam penyampaian pesan

KAP 8 : Non Verbal Message

NON VERBAL MESSAGES
Oleh : Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si

• FUNGSI KOMUNIKASI NON VERBAL
1. UNTUK MENEKANKAN
2. UNTUK MELENGKAPI (COMPLEMENT)
3. UNTUK MENUNJUKKAN KONTRADIKSI
4. UNTUK MENGATUR
5. UNTUK MENGULANGI
6. UNTUK MENGGANTIKAN
• NON VERBAL MESSAGES
1. BODY COMMUNICATION
2. FACIAL COMMUNICATION
3. EYE COMMUNICATION
4. TOUCH COMMUNICATION
5. PARALANGUAGE AND SILENCE
6. SPATIAL MESSAGE’
7. ARTIFACTUAL COMMUNICATION
8. TEMPORAL COMMUNICATION
• 1. BODY COMMUNICATION
1. BODY GESTURES
2. BODY APPEARANCE
• BODY GESTURES
• BODY APPEARANCE
• Appearance citra diri
• Tampilan fisik. Mis : tinggi badan, warna kulit, warna rambut dsb.
• 2. FACIAL COMMUNICATION
FACTOR INFLUENCING FACIAL EXPRESSION :
1. EMOTIONS
2. CULTURE
• FACIAL MANAGEMENT
• FACIAL FEEDBACK
• FACIAL FEEDBACK HYPOTHESIS :
– Bhw ekspresi muka seseorang dpt mempengaruhi psikologis seseorang.
– Barang siapa yang merasakan dan mengekspresikan emosi menjadi lebih cepat emosional dr seseorang yang hanya merasakan emosi saja.
– Ekspresi muka tidak hanya mempengaruhi penilaian dan kesan orang lain thd diri kita sendiri tetapi dpt mempengaruhi tingkat emosi.
• 3. EYE COMMUNICATION
• Pesan yang dikomunikasikan dg mata bergantung durasi, kelangsungan dan kualitas gerak mata.
• Kontak mata dipengaruhi oeh budaya (mis : AS-Jepang-Indonesia)
• Beberapa Aspek :
1. Eye Contact
2. Eye avoidance
3. Pupil Dilation
• Eye Contact
• Fungsi penting :
– To Monitor feedback
– To secure the attention & interest of your listener
– Regulate or control the conversation
– Signal the nature of the relationship
– To compensate for increased physical distance
• Eye Avoidance
• Beberapa kemungkinan pengalihan pandangan :
– Memberi kesempatan untuk menjaga privacy-nya (civil attention, mnrt : Goffman) : tdk menaruh perhatian pd urusan orang lain.
– Indikasi kurangnya perhatian/ketertarikan pd seseorang/percakapan atau stimulus visual. Mis saat melihat kecelakaan.
– Pengalihan (menutup mata) untuk mempertajam indera yg lain (saat dengar suara/lagu)
• Pupil Dilation
• Pembesaran pupil : dipengaruhi emosi/ketertarikan pd sesuatu.
• Wanita dg pupil yg kecil = dingin, judes, sinis, egois.
• Wanita dg pupil yg besar = feminim, lembut
• Kosmetik ?
• 4. TOUCH COMMUNICATION
The meaning of touch :
1. Positive emotionà kedekatan hubungan
2. Playfulness à bercanda, meramaikan pembicaraan
3. Control the behaviorsà dominasi
4. Ritualisticà salam atau kebiasaan
5. Task related à Berkenaan dengan tugas
• Penghindaran Sentuhan
• Ketakutan komunikasi
• Pengungkapan diri yang rendah
• Kecenderungan hubungan dengan lawan jenis
Perbedaan Gender
• Perempuan dan laki-laki punya kecenderungan sentuhan yang berbeda
• Perempuan dinilai melakukan lebih sering sentuhan kepada lawan jenis dan sama jenis
Perbedaan Budaya
• Budaya di daerah tertentu mengadopsi makna dan interpretasi berbeda terhadap sentuhan
• Contact cultures >< noncontact cultures
• Paralanguage and Silence
 Paralanguage cenderung menunjuk pada cara seseorang mengatakan sesuatu daripada apa yang dikatakan.
 Beberapa aspek paralanguage adalah sebagai berikut:
• Penekanan (stress) pada kata-kata tertentu dalam kalimat.
• Kecepatan bicara (rate)
• Keras lemahnya suara(volume)
• Tinggi rendahnya suara (pitch)
• Vokalisasi ketika tertawa, mengerang, rengekan, dll.
• Kombinasi suara yang bukan kata (uh-uh, shh).
• Diam
• Memberi waktu untuk berpikir dan mengatur apa yang mau dibicarakan
• Senjata untuk menyakiti lawan bicara
• Respon atas kegelisahan pribadi
• Menghindari komunikasi
• Mengkomunikasikan respon emosional
• Mendapat efek khusus
• Giving Space
 Proxemics : study of a person’s use of space à the way people use space in their conversations as well as perceptions of another’s use of space
 Personal space : an invisible, variable volume of space surrounding an individual which define that individual’s preferred distance from others


personal space social space public space
0-8 in. 18 in. – 4ft 4 - 12ft 12ft +
• The “It” Factors
• Teori tentang Jarak
• Protection theory (Teori Perlindungan) : seseorang mendirikan jarak aman di sekitarnya sebagai perlindungan atas sentuhan atau serangan yang tidak diinginkan.
• Equilibrium theory (Teori equilibrium) : semakin besar tingkat keintiman, semakin dekat jarak antara yang satu dengan yang lain. Semakin kecil tingkat keintiman, semakin jauh jarak antara yang satu dengan yang lain.
• Expectancy violation theory (Teori pelanggaran harapan) : setiap orang memiliki harapan tertentu dengan jarak yang ingin dicipta dalam interaksi
• Territoriality
a person’s ownership of an area or object
* frequently accompanied by prevention and reaction
Three types of territories :
 Primary territories, signal an individual’s exclusive domain
 Secondary territories, signal some sort of personal connection to an area or object
 Public terriories, no personal affiliations and include those areas that are open to the public.
• Pelanggaran Wilayah
• TEMPORAL COMMUNICATION
1. Waktu Kultural
• Teknis, formal, informal
2. Waktu Psikologis
3. Waktu dan Status

Selasa, 22 Desember 2009

KAP7 : Verbal Message

VERBAL MESSAGE
Oleh : Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si
 VERBAL MESSAGE
1. LANGUAGE SYMBOLIZES REALITY
2. LANGUAGE EXPRESSES BOTH FACT AND INFERENCES
3. LANGUAGE EXPRESSES BOTH DENOTATION AND CONNOTATION
4. LANGUAGE CAN CRITIZISE AND PRAISE
5. LANGUAGE OBSCURE DISTINCTIONS
6. LANGUAGE CAN CONFIRM AND DISCONFIRM
 LANGUAGE SYMBOLIZES REALITY
1. INTENSIONAL ORIENTATION – EXTENSIONAL ORIENTATION
INTENTIONAL : terjadi bila kita menanggapi apa yang sebagai suatu kenyataan.
Orientasi ekstensional adalah kecenderungan untuk menanggapi sesuatu lebih sebagai apa adanya dan bukan menurut apa yang dikatakan orang
Orientasi Intensional mengacu pada kecenderungan kita untuk melihat manusia, objek, dan kejadian sesuai dengan ciri yang melekat pada mereka. Sebaliknya, orientasi ekstensional adalah kecenderungan untuk terlebih dahulu memandang manusia, objek, dan kejadian dan baru setelah itu memperhatikan cirinya/labelnya.
1. CULTURAL IDENTIFIERS
2. ALLNESS
 LANGUAGE EXPRESSES BOTH FACT AND INFERENCES
 KONSEP :
 FACT-INFERENCE CONFUSION
 PRAGMATIC IMPLICATIONS : Kesimpulan yang barangkali, tetapi belum tentu benar.
 Contoh :
 Ada seorang wanita sedang berjalan2 ia bertemu dg kawan lamanya (sdh 10 th tdk bertemu) ia bersama seorang anak laki-laki, wanita bertanya, “apakah dia anakmu?, si kawan menjawab ,”ya, aku sdh menikah 6 th lalu”. Wanita tanya pd anak laki-laki tsb, “siapa namamu”, namaku sama seperti ayahku”, si wanita lalu menyimpulkan, “kalau begitu namamu pasti Peter”.
 Ada seorang wanita bertanya pada temannya, “kamu kemarin kemana ?, si teman menjawab, “itu ke stadion ada pameran”, si wanita bertanya lagi, “sama siapa?’, temannya menjawab sambil tersipu, “ada deh!, si wanita berkata, “ooo, jadi kamu pergi sama Mega yaa…?!”.
 LANGUAGE EXPRESSES BOTH DENOTATION AND CONNOTATION
 DENOTATION : Objective Definition
 CONNOTATIVE : Subjective / Emotional Meaning
 Denotative meaning of message is general or universal.
 Connotative meaning : personal meaning
 Snarl Word : highly negative,
 mis : “kamu bodoh”.
 Purr Word : highly positive,
 Mis : “kamu hebat”.
Scr denotatif : diartikan sbg hal yg nyata (sebenarnya)
Scr konotatif : memiliki makna yg lbh dalam mewakili perasaan yg memaknainya.
 LANGUAGE CAN CRITIZISE AND PRAISE
 KRITIK : Digunakan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal.
 Seseorang lebih senang di-PUJI (diberi saran) dari pd di-KRITIK
 Prinsip dlm mengkritik :
 Keinginan untuk mengatakan yg jujur harus memperhatikan kebutuhan individu yg kompleks (situasional)
 Jika harus mengkritik, pilihlah kata yg tepat
 Fokuslah pada peristiwa drpd orangnya/kepribadian
 Spesifik
 Utamakan positif (solusi)
 Sindiran bagi sebagian orang terkesan lebih sopan dalam mengkritik. (kritik yg ambigu)
 Kritik : dg tatap muka / interaksi langsung.
 IN EXPRESSING PRAISE :
 USE I MESSAGES
 MAKE SURE YOUR AFFECT (FACIAL MOVEMENT) COMMUNICATES YOUR POSITIF FEELING
 NAME THE BEHAVIOR YOU’RE PRAISING
 TAKE CULTURE INTO CONSIDERATION
 LANGUAGE OBSCURE DISTINCTIONS
 INDISCRIMINATION
 Bhs menyatukan semua perbedaan dlm kata2 sesuai kriteria masing2.
 Bhs dlm Pengelompokan (index)
 ETHNOCENTRISM
 Kecenderungan thd suatu kelompok berdsr nilai, kepercayaan dsb dr budaya yg dimiliki (menilai budayanya lbh positif dsb)
 Melahirkan STEREOTYPE
 POLARIZATION
 Pengelompokan perbedaan scr esktrem menjadi dua kutub yg bertentangan (hitam-putih / baik-buruk)
 Kita cenderung sulit mendeskripsikan sesuatu yg berada diantara kedua titik ekstrem tsb (shg perlu gunakan frasa dg brbrp kata)
 STATIC EVALUATION :
 Bhs mengalami perubahan yg sangat lamban.
 Berubah krn :
 Tuntutan zaman
 Adanya ketidaksesuaian
 Penemuan baru
 Interaksi budaya
 LANGUAGE CAN CONFIRM AND DISCONFIRM
 DISCONFIRM
 Dimana kita mengabaikan kehadiran seseorang dan arti penting dari apa yg dikomunikasikannya (memandang orang lain tidk berharga atas apa yg dilakukannya). Namun hal ini berbeda dg penolakan (rejection)
 CONFIRM
 Pola komunikasi sebaliknya, mengakui kehadiran orang lain & memperhatikan apa yg dikomunikasikannya dg baik.
 RACISM :
 penggunaan istilah yg mengacu pd ras/suku bangsa (untuk mendeskreditkan) shg terjadi khirarki dlm masy / stereotip.
 Mis : walaupun uangku hanya sepeser pedagang Cina itu tak mau menjual kainnya. Negro itu sejak tadi mengawasi gerak-gerik kita.
SEXISM :
 Penggunaan bhs dg menggunakan perbedaan jenis kelamin.
 Mis : dermawan: (wan = lk)
HETEROSEXISM :
 Biasanya digunakan untuk melecehkan kaum homoseksual
 Mis : PBSI mengirim atlet Gay dalam Asean Games th ini. Dokter Lesbian itu berhasil menjabat sbg direktur di RSUD