Selasa, 22 Desember 2009

KAP7 : Verbal Message

VERBAL MESSAGE
Oleh : Akh. Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si
 VERBAL MESSAGE
1. LANGUAGE SYMBOLIZES REALITY
2. LANGUAGE EXPRESSES BOTH FACT AND INFERENCES
3. LANGUAGE EXPRESSES BOTH DENOTATION AND CONNOTATION
4. LANGUAGE CAN CRITIZISE AND PRAISE
5. LANGUAGE OBSCURE DISTINCTIONS
6. LANGUAGE CAN CONFIRM AND DISCONFIRM
 LANGUAGE SYMBOLIZES REALITY
1. INTENSIONAL ORIENTATION – EXTENSIONAL ORIENTATION
INTENTIONAL : terjadi bila kita menanggapi apa yang sebagai suatu kenyataan.
Orientasi ekstensional adalah kecenderungan untuk menanggapi sesuatu lebih sebagai apa adanya dan bukan menurut apa yang dikatakan orang
Orientasi Intensional mengacu pada kecenderungan kita untuk melihat manusia, objek, dan kejadian sesuai dengan ciri yang melekat pada mereka. Sebaliknya, orientasi ekstensional adalah kecenderungan untuk terlebih dahulu memandang manusia, objek, dan kejadian dan baru setelah itu memperhatikan cirinya/labelnya.
1. CULTURAL IDENTIFIERS
2. ALLNESS
 LANGUAGE EXPRESSES BOTH FACT AND INFERENCES
 KONSEP :
 FACT-INFERENCE CONFUSION
 PRAGMATIC IMPLICATIONS : Kesimpulan yang barangkali, tetapi belum tentu benar.
 Contoh :
 Ada seorang wanita sedang berjalan2 ia bertemu dg kawan lamanya (sdh 10 th tdk bertemu) ia bersama seorang anak laki-laki, wanita bertanya, “apakah dia anakmu?, si kawan menjawab ,”ya, aku sdh menikah 6 th lalu”. Wanita tanya pd anak laki-laki tsb, “siapa namamu”, namaku sama seperti ayahku”, si wanita lalu menyimpulkan, “kalau begitu namamu pasti Peter”.
 Ada seorang wanita bertanya pada temannya, “kamu kemarin kemana ?, si teman menjawab, “itu ke stadion ada pameran”, si wanita bertanya lagi, “sama siapa?’, temannya menjawab sambil tersipu, “ada deh!, si wanita berkata, “ooo, jadi kamu pergi sama Mega yaa…?!”.
 LANGUAGE EXPRESSES BOTH DENOTATION AND CONNOTATION
 DENOTATION : Objective Definition
 CONNOTATIVE : Subjective / Emotional Meaning
 Denotative meaning of message is general or universal.
 Connotative meaning : personal meaning
 Snarl Word : highly negative,
 mis : “kamu bodoh”.
 Purr Word : highly positive,
 Mis : “kamu hebat”.
Scr denotatif : diartikan sbg hal yg nyata (sebenarnya)
Scr konotatif : memiliki makna yg lbh dalam mewakili perasaan yg memaknainya.
 LANGUAGE CAN CRITIZISE AND PRAISE
 KRITIK : Digunakan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal.
 Seseorang lebih senang di-PUJI (diberi saran) dari pd di-KRITIK
 Prinsip dlm mengkritik :
 Keinginan untuk mengatakan yg jujur harus memperhatikan kebutuhan individu yg kompleks (situasional)
 Jika harus mengkritik, pilihlah kata yg tepat
 Fokuslah pada peristiwa drpd orangnya/kepribadian
 Spesifik
 Utamakan positif (solusi)
 Sindiran bagi sebagian orang terkesan lebih sopan dalam mengkritik. (kritik yg ambigu)
 Kritik : dg tatap muka / interaksi langsung.
 IN EXPRESSING PRAISE :
 USE I MESSAGES
 MAKE SURE YOUR AFFECT (FACIAL MOVEMENT) COMMUNICATES YOUR POSITIF FEELING
 NAME THE BEHAVIOR YOU’RE PRAISING
 TAKE CULTURE INTO CONSIDERATION
 LANGUAGE OBSCURE DISTINCTIONS
 INDISCRIMINATION
 Bhs menyatukan semua perbedaan dlm kata2 sesuai kriteria masing2.
 Bhs dlm Pengelompokan (index)
 ETHNOCENTRISM
 Kecenderungan thd suatu kelompok berdsr nilai, kepercayaan dsb dr budaya yg dimiliki (menilai budayanya lbh positif dsb)
 Melahirkan STEREOTYPE
 POLARIZATION
 Pengelompokan perbedaan scr esktrem menjadi dua kutub yg bertentangan (hitam-putih / baik-buruk)
 Kita cenderung sulit mendeskripsikan sesuatu yg berada diantara kedua titik ekstrem tsb (shg perlu gunakan frasa dg brbrp kata)
 STATIC EVALUATION :
 Bhs mengalami perubahan yg sangat lamban.
 Berubah krn :
 Tuntutan zaman
 Adanya ketidaksesuaian
 Penemuan baru
 Interaksi budaya
 LANGUAGE CAN CONFIRM AND DISCONFIRM
 DISCONFIRM
 Dimana kita mengabaikan kehadiran seseorang dan arti penting dari apa yg dikomunikasikannya (memandang orang lain tidk berharga atas apa yg dilakukannya). Namun hal ini berbeda dg penolakan (rejection)
 CONFIRM
 Pola komunikasi sebaliknya, mengakui kehadiran orang lain & memperhatikan apa yg dikomunikasikannya dg baik.
 RACISM :
 penggunaan istilah yg mengacu pd ras/suku bangsa (untuk mendeskreditkan) shg terjadi khirarki dlm masy / stereotip.
 Mis : walaupun uangku hanya sepeser pedagang Cina itu tak mau menjual kainnya. Negro itu sejak tadi mengawasi gerak-gerik kita.
SEXISM :
 Penggunaan bhs dg menggunakan perbedaan jenis kelamin.
 Mis : dermawan: (wan = lk)
HETEROSEXISM :
 Biasanya digunakan untuk melecehkan kaum homoseksual
 Mis : PBSI mengirim atlet Gay dalam Asean Games th ini. Dokter Lesbian itu berhasil menjabat sbg direktur di RSUD